DLH Kerinci Dukung Persiapan Operasi Modifikasi Cuaca untuk Menjaga Debit Danau Kerinci

Kerinci, 17 September 2026 — Pemerintah Kabupaten Kerinci melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kerinci turut memperkuat koordinasi dalam persiapan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di sekitar Daerah Tangkapan Air (DTA) Danau Kerinci.

Bupati Kerinci menyampaikan sambutan dan arahan dalam rapat koordinasi rencana dan persiapan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di sekitar DTA Danau Kerinci.

Rapat koordinasi rencana dan persiapan pelaksanaan OMC digelar di Ruang Pola Lantai I Kantor Bupati Kerinci, Kamis (17/9/2026). Kegiatan tersebut dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kerinci dan dipimpin oleh Asisten Pembangunan dan Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Kerinci.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kerinci, Ibu Neneng Susanti, S.Hut., M.Si., turut hadir dalam rapat bersama sejumlah instansi terkait, di antaranya Kapolres Kerinci, BMKG Kabupaten Kerinci, Kepala UPT Bandara Depati Parbo, Dinas Perkebunan dan Peternakan, Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, serta BPBD Kabupaten Kerinci.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kerinci, Neneng Susanti, S.Hut., M.Si., menyampaikan laporan terkait langkah dan upaya yang telah dilakukan DLH dalam mendukung persiapan pelaksanaan OMC serta pemantauan aspek lingkungan di sekitar DTA Danau Kerinci.

Rapat ini dilaksanakan sebagai forum koordinasi untuk membahas kesiapan teknis, dukungan lintas instansi, aspek keselamatan, serta pemantauan lingkungan dalam pelaksanaan OMC di sekitar DTA Danau Kerinci. Kegiatan tersebut diarahkan untuk mengoptimalkan potensi awan hujan guna menambah curah hujan dan mempertahankan debit Danau Kerinci, yang berkaitan dengan kebutuhan air, energi listrik, irigasi, serta upaya mengurangi risiko karhutla dan dampak kekeringan.

Dalam rapat disampaikan bahwa kondisi musim kemarau yang lebih panjang, kering, dan panas akibat pengaruh El Niño telah berdampak terhadap penurunan debit Danau Kerinci. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi pasokan energi listrik PLTA, ketersediaan air irigasi dan pertanian, serta meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.

Dari sisi teknis, OMC dilakukan dengan mengoptimalkan awan potensial yang telah tersedia agar proses kondensasi berlangsung lebih cepat sehingga menghasilkan hujan di wilayah sasaran. Dengan demikian, OMC merupakan intervensi terhadap proses pembentukan hujan dan tidak dimaksudkan untuk menciptakan hujan tanpa adanya awan.

Pelaksanaan OMC direncanakan berlangsung selama 15 hari, mulai 20 September hingga 4 Oktober 2026, dengan sasaran awal wilayah hulu DTA Danau Kerinci. Pelaksanaan dapat diperluas ke wilayah lain apabila terdapat potensi awan yang memenuhi kriteria teknis. Bahan semai yang direncanakan digunakan berupa natrium klorida (NaCl) dalam bentuk powder melalui pesawat.

DLH Kabupaten Kerinci turut menjadi bagian penting dalam aspek pemantauan kualitas lingkungan selama pelaksanaan kegiatan. Berdasarkan hasil rapat, pemantauan kualitas air akan dilakukan melalui pengambilan sampel sebelum dan sesudah pelaksanaan OMC. Hasil pemantauan tersebut akan menjadi salah satu bahan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan.

Bahan semai yang digunakan oleh vendor dalam kegiatan ini disebut berupa NaCl food grade. Untuk mendukung aspek kehati-hatian lingkungan, hasil pemantauan kualitas air akan menjadi bagian dari evaluasi selama dan setelah pelaksanaan kegiatan.

Sementara itu, BMKG akan memberikan supervisi serta arahan terkait waktu dan lokasi penyemaian berdasarkan pemantauan radar cuaca. Penyemaian hanya dilakukan apabila terdapat potensi awan yang memenuhi kriteria teknis. Kabupaten Kerinci sendiri belum memiliki radar cuaca sehingga data pendukung menggunakan radar wilayah Provinsi Jambi dan wilayah sekitarnya.

Pelaksanaan OMC juga akan memperhatikan aspek keselamatan penerbangan. Pesawat direncanakan tiba di Bandar Udara Depati Parbo pada 19 September 2026 untuk persiapan operasional, dengan penerbangan direncanakan berlangsung pukul 07.00 hingga 18.00 WIB sesuai kondisi awan.

Melalui koordinasi lintas sektor tersebut, Pemerintah Kabupaten Kerinci bersama instansi terkait berkomitmen memastikan pelaksanaan OMC berjalan dengan memperhatikan kaidah teknis, keselamatan penerbangan, serta aspek lingkungan. Pemantauan kualitas air dan lingkungan sebelum dan sesudah pelaksanaan juga disiapkan sebagai bagian dari evaluasi kegiatan.

Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kerinci akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait dalam tahapan persiapan, pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi OMC di sekitar DTA Danau Kerinci. Kolaborasi lintas instansi diharapkan dapat mendukung pengelolaan sumber daya air dan lingkungan di Kabupaten Kerinci secara berkelanjutan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top